Penerapan School Labeling sebagai Lingkungan Belajar Bahasa Inggris Imersif
Keywords:
School Labeling, Immersive Environment, Kosakata Bahasa Inggris, Pengabdian MasyarakatAbstract
Penguasaan kosakata (vocabulary) merupakan fondasi utama dalam pembelajaran bahasa Inggris, namun seringkali menjadi kendala bagi siswa karena kurangnya eksposur bahasa di luar kelas. Isu utama yang dihadapi di SMP Telkom Makassar adalah minimnya lingkungan fisik yang mendukung pembelajaran bahasa Inggris secara passive learning. Tujuan pengabdian ini adalah untuk menciptakan lingkungan immersive English environment melalui program School Labeling yang mengintegrasikan label fasilitas sekolah dalam Bahasa Inggris. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan mahasiswa AjarMi sebagai pelaksana dan pihak sekolah sebagai mitra strategis. Tahapan kegiatan meliputi survei fasilitas, perancangan desain label, produksi, pemasangan, dan sosialisasi kepada siswa. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pemasangan 10 label pada fasilitas utama seperti laboratorium, kantor, dan area umum berhasil memperindah tampilan sekolah sekaligus memudahkan siswa mengakses kosakata baru secara insidental. Program ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kebiasaan membaca label berbahasa Inggris di kalangan siswa dan menciptakan suasana belajar yang lebih kontekstual. Kesimpulannya, School Labeling merupakan strategi yang efektif, efisien, dan berkelanjutan untuk mendukung literasi bahasa Inggris di lingkungan pendidikan.

